Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan guru geografi di Kabupaten Banyumas dalam mengintegrasikan nilai lokal ke dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus terhadap empat guru geografi sebagai informan kunci dari SMA negeri dan swasta di wilayah urban hingga rural. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi sistematis, dan dokumen perangkat ajar. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru masih pada tahap pengenalan dasar, di mana integrasi nilai lokal dilakukan secara lisan-situasional, namun belum tertuang eksplisit dalam dokumen perangkat ajar maupun evaluasi formal akibat keterbatasan literasi budaya dan tingginya beban tugas tambahan di luar jam mengajar. Kontribusi utama penelitian ini adalah mengungkap kesenjangan antara perencanaan tertulis di dalam modul ajar dengan pelaksanaan nyata pembelajaran di kelas. Saran dari peneliti adalah perlunya pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal yang terstruktur untuk membantu guru melakukan integrasi secara sistematis
Copyrights © 2026