Penelitian ini memetakan bahaya longsor di Kecamatan Sigaluh menggunakan data spasial terkini dan Sistem Informasi Geografis dengan pendekatan Weighted Overlay Method (WOM). Analisis kuantitatif mengintegrasikan parameter sekunder; curah hujan (30%), litologi (20%), kemiringan lereng (20%), penggunaan lahan (20%), dan tipe tanah (10%). Hasil menunjukkan dominasi zona bahaya rendah seluas sekitar 25,3 km², dipengaruhi oleh curah hujan sedang, litologi sedimen, kemiringan sedang, serta penggunaan lahan yang didominasi oleh hutan dan perkebunan. Tipe tanah utama adalah podsolik dan kambisol. Keterbatasan data diidentifikasi, sehingga direkomendasikan survei lapangan, pengembangan model spasial, dan program pendampingan masyarakat untuk mitigasi.
Copyrights © 2026