Pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai dampak sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat perdesaan. Strategi penanggulangan pandemi yang berorientasi pada pendekatan medis dan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingkat kepatuhan masyarakat dan keterbatasan dukungan sosial di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penguatan kearifan lokal dan modal sosial sebagai strategi pencegahan COVID-19 berbasis komunitas di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris melalui Focus Group Discussion (FGD), observasi partisipatif, dan wawancara terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga di Desa Sempu Lor dan Desa Sempu Kidul. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan perspektif teori fungsionalisme struktural AGIL Talcott Parsons serta teori modal sosial Francis Fukuyama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai gotong royong, kepercayaan sosial (trust), dan norma timbal balik (reciprocity) mampu mendorong terbentuknya mekanisme perlindungan masyarakat melalui penyediaan pos pangan isolasi mandiri, pengawasan sosial berbasis komunitas, dan adaptasi protokol kesehatan sesuai dengan nilai budaya lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dengan modal sosial dapat menjadi model tata kelola komunitas yang efektif dalam meningkatkan ketahanan sosial masyarakat pada situasi krisis kesehatan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan kebijakan berbasis komunitas dalam penanggulangan bencana kesehatan.
Copyrights © 2026