Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kesadaran politik generasi muda melalui integrasi pendidikan agama dan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pesantren Darul Arafah Raya dalam membentuk pemahaman dan kesadaran politik santri serta kontribusinya terhadap pengembangan kepemimpinan demokratis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, guru, santri, alumni, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darul Arafah Raya berperan dalam membentuk kesadaran politik santri melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, pendidikan kewarganegaraan, pembinaan karakter, dan pengalaman organisasi. Proses tersebut menanamkan nilai demokrasi, musyawarah, tanggung jawab, toleransi, serta kepemimpinan yang berlandaskan moral dan etika Islam. Santri memandang politik sebagai sarana pengabdian dan kemaslahatan masyarakat, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan di Pesantren Darul Arafah Raya berkontribusi dalam membentuk kesadaran politik yang moderat, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan publik serta menghasilkan generasi muda yang religius, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Copyrights © 2026