Jalan Tol Cikopo–Palimanan menghadapi permasalahan tingginya volume limbah beton yang dihasilkan dari kegiatan peremajaan jalan sepanjang ±100 km setiap tahun. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga memerlukan lahan penampungan yang semakin besar dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan limbah beton sebagai material pengisi bronjong pada struktur retaining wall sebagai alternatif pengganti batu alam. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kuantitatif terhadap volume limbah beton yang dihasilkan, perhitungan kebutuhan material bronjong berdasarkan desain retaining wall, serta evaluasi efisiensi biaya melalui perbandingan penggunaan limbah beton dengan material konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah beton dapat dimanfaatkan hingga 57,8% dari total limbah yang dihasilkan, sekaligus menghasilkan penghematan biaya operasional dan konstruksi sebesar Rp470.598.190. Selain memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan limbah beton juga mendukung penerapan konsep konstruksi berkelanjutan melalui pengurangan limbah konstruksi, konservasi sumber daya alam, dan peningkatan efisiensi penggunaan material. Dengan demikian, limbah beton berpotensi menjadi material alternatif yang ekonomis, ramah lingkungan, dan layak diterapkan pada proyek pembangunan maupun pemeliharaan jalan tol.
Copyrights © 2026