Keberlanjutan usaha mikro di wilayah perdesaan menghadapi tantangan struktural yang kompleks di tengah akselerasi transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan digital dan kepercayaan (trust) dalam memperkokoh keberlanjutan usaha mikro rural, khususnya pada aspek efisiensi operasional dan resiliensi ekonomi. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh pelaku usaha mikro di Desa Sumanding, Kecapi, dan Kepok, Kabupaten Jepara, yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa literasi keuangan digital berkontribusi signifikan dalam mengoptimalkan manajemen arus kas sekaligus meminimalisir human error. Kepercayaan terhadap platform digital dan integritas pelaku usaha terbukti menjadi fondasi psikologis yang mempercepat adopsi teknologi finansial di kalangan masyarakat rural yang cenderung skeptis. Lebih lanjut, sinergi antara kecakapan teknis dan modal sosial berupa kepercayaan mampu meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat loyalitas konsumen sebagai pilar utama keberlanjutan usaha jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pendampingan digital berbasis komunitas sebagai strategi efektif dalam membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat perdesaan terhadap inovasi keuangan modern.
Copyrights © 2026