Debit air merupakan indikator penting dalam pengelolaan sumber daya air, dan dipengaruhi oleh faktor meteorologi yang bervariasi dari waktu ke waktu. Data yang digunakan meliputi data debit air harian, intensitas radiasi matahari, dan kelembaban udara yang diperoleh dari Stasiun Geofisika Malang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia dan badan pengelola bendungan Jasa Tirta. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menentukan kontribusi masing-masing variabel iklim terhadap perubahan debit air. Hasil analisis menunjukkan bahwa radiasi matahari dan kelembaban udara memiliki pengaruh signifikan terhadap debit air, baik secara parsial maupun simultan. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan tingkat kesesuaian model yang cukup baik, yang mengindikasikan bahwa variasi debit air dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa radiasi matahari dan kelembaban udara perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengelolaan operasional bendungan, terutama dalam menghadapi dinamika iklim yang semakin tidak pasti. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel iklim, yaitu radiasi matahari dan kelembaban udara, terhadap debit air di Bendungan Karangkates selama tahun 2024.
Copyrights © 2026