Pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol Sigli – Banda Aceh yang melintasi zona seismik aktif lempeng Indo-Australia dan Eurasia memiliki tantangan geoteknik yang signifikan, salah satunya adalah risiko likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi likuifaksi pada STA 8+750 dengan memanfaatkan data investigasi tanah lapangan berupa Cone Penetration Test (CPT) dan Standard Penetration Test (N-SPT). Metode analisis yang diterapkan mengacu pada prosedur empiris Idriss dan Boulanger (2008) untuk menentukan faktor keamanan (SF) berdasarkan rasio Cyclic Stress Ratio (CSR) dan Cyclic Resistance Ratio (CRR). Tingkat keparahan risiko lebih lanjut dikuantifikasi menggunakan Liquefaction Potential Index (LPI) dengan parameter percepatan tanah puncak (PGA) sebesar 0,35g sesuai SNI 1726:2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan data CPT, potensi likuifaksi teridentifikasi pada lapisan permukaan hingga kedalaman 4,6 meter, sedangkan data N-SPT mendeteksi potensi likuifaksi pada lapisan yang lebih dalam yaitu antara 4 hingga 12 meter. Nilai LPI ditemukan pada STA 8+750 dengan nilai 142,8 (CPT) dan 14,25 (SPT) yang mengidinkasikan bahwa lokasi penelitian berada dalam kategori risiko likuifaksi “Sangat tinggi”(Very high). Temuan ini menegaskan perlunya mitigasi geoteknik khusus pada zona-zona yang rentan tersebut untuk menjamin stabilitas infrastruktur jalan tol.
Copyrights © 2026