Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan lingkungan endemis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan leptospirosis melalui edukasi kesehatan, pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan survei kesehatan lingkungan di Dukuh Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu penggalian masalah dan potensi masyarakat, Community Self Survey (CSS), peningkatan kapasitas kader, serta pemantapan dan pendampingan masyarakat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat dari 70% pada pre-test menjadi 99% pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode edukasi berbasis demonstrasi langsung disertai keterlibatan aktif kader kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan leptospirosis.
Copyrights © 2026