Kecanduan media sosial pada mahasiswa, khusunya penggunaan Tiktok yang berlebihan, berkontribusi terhadap menurunnya kontrol diri dan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan menguji penerapan teknik positive reinforcement untuk menurunkan durasi penggunaan Tiktok pada mahasiwa. Penelitian menggunakan Single Case Experimental Design (SCED) model A-B dengan satu subjek mahasiswa yang memperolah skor BSMAS 26 (kategori sangat tinggi). Intervensi berlangsung selama tujuh hari dengan pemberian reward senilai Rp20.000,00 setiap kali subjek berhasil memenuhi target penggunaan Tiktok maksimal empat jam per hari. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata durasi penggunaan harian dari 4 jam 34 menit pada fase baseline menjadi 3 jam 27 menit pada fase intervensi, dengan tingkat keberhasilan pencapaian target sebesar 85,7%. Skor BSMAS menurun dari 26 menjadi 19 setelah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa positive reinforcement berpotensi membantu mahasiswa mnengontrol penggunaan Tiktok secara lebih adaptif, meskipun generalisasi hasil memerlukan penelitian lanjutan dengan sejumlah subjek yang lebih besar.
Copyrights © 2026