Diare pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum tuntas, terutama di kota-kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Palembang. Puskesmas Makrayu mencatat 354 kasus diare balita sepanjang tahun 2022, angka tertinggi di antara puskesmas se-Kecamatan Ilir Barat II. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur kekuatan hubungan berbagai determinan terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Makrayu tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain kasus kontrol terhadap 84 balita (42 kasus dan 42 kontrol) yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 September–11 Oktober 2023. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi sanitasi rumah tangga. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Hasil penelitian menunjukkan lima variabel terbukti berhubungan secara bermakna, yaitu praktik cuci tangan ibu, pemberian ASI eksklusif, kualitas sumber air minum, kondisi sarana pembuangan tinja dan pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah pengontrolan kovariat, praktik cuci tangan ibu menjadi prediktor terkuat Model ini mampu menjelaskan 53,7% variansi kejadian diare. Simpulan penelitian ini adalah perilaku higiene ibu, khususnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, merupakan faktor yang paling menentukan kejadian diare pada balita di wilayah ini. Intervensi berbasis perubahan perilaku melalui pemberdayaan kader dan pendekatan keluarga perlu diprioritaskan.
Copyrights © 2023