Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular paling sering ditemukan di fasilitas kesehatan primer dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas terutama pada balita. Di Kota Palembang, tercatat 12.286 kasus ISPA pada periode Januari–Agustus 2023, meningkat signifikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puskesmas Sako secara konsisten melaporkan ISPA sebagai salah satu penyakit dengan kunjungan terbanyak setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran epidemiologi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako tahun 2024. Penelitian dilakukan pada tanggal 2-19 September 2024 dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari penderita ISPA yang berkunjung ke Puskesmas Sako periode Januari-Agustus 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan total 1.189 kasus ISPA dengan distribusi tertinggi pada kelompok usia balita 0–59 bulan (40,5%) dan puncak kasus pada bulan Juli–Agustus 2024 (musim kemarau). Faktor yang berhubungan bermakna: kepadatan hunian (p=0,004; OR=3,62), paparan asap rokok (p=0,001; OR=6,87), status imunisasi tidak lengkap (p=0,008; OR=2,94), ventilasi rumah tidak memenuhi syarat (p=0,011; OR=2,73), status gizi kurang/buruk (p=0,015; OR=2,14), dan paparan asap karhutla (p=0,000; OR=8,31). Faktor dominan adalah paparan asap karhutla dan asap rokok. Diperlukan penguatan sistem surveilans ISPA musiman serta intervensi berbasis lingkungan untuk menurunkan beban ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako
Copyrights © 2024