Fokus penelitian ini pada peningkatan hasil belajar IPAS kelas V SD GMIM VI Tomohon, khususnya materi penggolongan hewan berdasarkan makanan, dengan memakai model Konflik Kognitif sebagai upaya perbaikan. Metode yang dipakai mengacu pada desain PTK dari Kemmis dan McTaggart, yang dijalankan dalam dua siklus; tiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik observasi dan tes dipakai untuk menjaring data, sementara analisis dilakukan melalui perhitungan persentase ketuntasan belajar. Siklus pertama menunjukkan rata-rata nilai 73% dengan ketuntasan 53%, masih di bawah kriteria tuntas. Siklus kedua membawa perubahan berarti: rata-rata nilai melonjak ke 86% dan ketuntasan mencapai 89%, tergolong tuntas. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Konflik Kognitif memberi dampak positif terhadap pemahaman siswa. Model ini terbukti mampu membangkitkan proses berpikir kritis siswa melalui pertentangan konsepsi awal dengan fakta ilmiah. Guru pun dapat memanfaatkan model ini untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan bermakna. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan Konflik Kognitif sebagai pendekatan andal dalam pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026