Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di wilayah kerja Puskesmas Babadan, Kabupaten Ponorogo, dengan jumlah kasus mencapai 1.849 kasus pada tahun 2024. Salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan hipertensi adalah rendahnya kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi, dimana sebanyak 43,6% penderita hanya mengkonsumsi obat saat tekanan darah meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi melalui implementasi program Sahabat Obat berbasis pendampingan keluarga. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG, analisis akar permasalahan dengan fishbone, serta perencanaan intervensi menggunakan metode MEER. Program diimplementasikan melalui pelatihan Pendamping Minum Obat (PMO), distribusi kalender pengingat minum obat secara door-to-door, serta edukasi kesehatan. Tingkat epatuhan penggunaan kalender mencapai 74,6% dan seluruh peserta memiliki PMO sebagai sistem pendampingan keluarga. 56,36% kehadiran PMO di pelatihan dapat disebut sebagai keterbatasan implementasi yang mungkin menurunkan dampak, pertimbangakan tindak lanjut pelatihan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis keluarga dan media sederhana dapat mendukung peningkatan kepatuhan pengobatan, meskipun masih perlu penguatan dalam aspek partisipasi dan monitoring. Dengan demikian, program Sahabat Obat berpotensi dikembangkan sebagai model intervensi komunitas dalam pengelolaan hipertensi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026