Permasalahan kesehatan mental remaja di SMK Muhammadiyah Haurwangi meliputi meningkatnya stres akademik, rendahnya literasi kesehatan mental, serta keterbatasan kapasitas guru dalam deteksi dini dan pendampingan psikososial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan toolkit edukasi psikososial berbasis sekolah sebagai solusi promotif dan preventif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan analisis kebutuhan, pengembangan toolkit, validasi, pelatihan guru, implementasi pada siswa, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan mental siswa dan guru, peningkatan keterampilan coping dan regulasi emosi siswa, serta peningkatan kapasitas guru dalam deteksi dini. Selain itu, terbentuk sistem rujukan awal berbasis sekolah yang lebih terstruktur. Program ini juga meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif. Kesimpulannya, toolkit edukasi psikososial terbukti efektif sebagai model intervensi berbasis sekolah yang dapat direplikasi untuk memperkuat kesehatan mental remaja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026