Fenomena agreement atau al-muwāfaqah dalam bahasa Arab merupakan aspek penting dalam sistem gramatikal yang mengatur kesesuaian antara unsur-unsur dalam kalimat, khususnya dalam hal gender (al-jins) dan jumlah (al-‘adad). Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kesalahan penggunaan agreement dalam praktik pembelajaran bahasa Arab di kalangan mahasiswa, terutama pada keterampilan menulis (maharah kitabah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesesuaian gender dan jumlah serta mengidentifikasi faktor penyebab kesalahan penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan observasi terhadap tulisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan agreement dominan terjadi pada struktur na‘at-man‘ut, fi‘il-fā‘il, dan mubtada’-khabar, khususnya dalam penggunaan bentuk jamak dan mu’annats. Selain itu, faktor kurangnya pemahaman terhadap kaidah nahwu dan minimnya latihan kontekstual turut memengaruhi terjadinya kesalahan tersebut. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kontekstual, latihan berbasis pola, serta integrasi media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep agreement dalam bahasa Arab sehingga kemampuan berbahasa Arab dapat berkembang secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026