Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam pembelajaran inklusif di sekolah dasar. Siswa ABK memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda sehingga guru perlu melakukan penyesuaian layanan pembelajaran agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar bersama siswa reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan ABK pada pembelajaran inklusif di kelas II SDN 3 Sananwetan Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan wali kelas II yang memiliki pengalaman mendampingi siswa ABK dalam proses pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan ABK dilakukan melalui penyesuaian layanan akademik dan sosial. Guru memberikan tambahan waktu belajar, menyederhanakan materi, menggunakan pendekatan individual, serta menyesuaikan bentuk penilaian berdasarkan kemampuan siswa. Siswa ABK juga dilibatkan dalam kegiatan kelompok agar dapat berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa yang cukup banyak, dan kebutuhan layanan individual yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan ABK dalam pembelajaran inklusif memerlukan penyesuaian layanan pembelajaran serta kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar perkembangan akademik dan sosial siswa dapat berjalan lebih optimal
Copyrights © 2026