Penelitian ini menganalisis kinerja anggaran pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah III Jakarta dalam menghadapi dinamika kebijakan periode 2021-2025. Tujuan penelitian adalah menganalisis kinerja anggaran dari aspek efisiensi dan akurasi perencanaan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi anggaran, mengevaluasi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan desain studi kasus, mengolah data primer dari sistem iemon.pu.go.id dan data sekunder dari laporan kinerja serta dokumen pendukung melalui analisis selisih dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata realisasi anggaran mencapai 96,51% dengan peningkatan efektivitas biaya signifikan, namun dihadapkan pada instabilitas alokasi (pagu turun 89% dalam tiga tahun), sisa anggaran persisten rata-rata Rp326,6 juta per tahun, dan fenomena disconnected efficiency di mana peningkatan output tidak berkorelasi dengan realisasi anggaran akibat kontribusi pelatihan kerjasama. Dinamika kebijakan refocusing, perubahan metode pembelajaran mendadak, dan perubahan nomenklatur organisasi menjadi faktor utama fluktuasi. Penelitian menyimpulkan bahwa kinerja anggaran secara administratif telah baik namun menghadapi tantangan fundamental dalam akurasi perencanaan dan adaptasi kebijakan. Rekomendasi dirumuskan dalam tiga pilar: stabilisasi dan akurasi perencanaan melalui performance-based budgeting, peningkatan responsivitas dan evaluasi berdampak, serta adaptasi strategis pasca perubahan nomenklatur organisasi sebagai kontribusi bagi penguatan tata kelola pengembangan kompetensi ASN dalam mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2026