Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan 1,06 juta kasus tuberkulosis pada 2024. Puskesmas Cikakak, Kabupaten Brebes, mengalami lonjakan kasus unik dengan variasi manifestasi klinis yang tinggi antara Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru di wilayah semi-urban yang homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi faktor determinan (individu, lingkungan, perilaku, dan dukungan keluarga) dengan kasus tuberkulosis di Puskesmas Cikakak tahun 2023–2025Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total sampling (116 pasien TB). Data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis dan laporan kesling dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,003) dan kebiasaan merokok (p=0,006) dengan tuberkulosis, sedangkan usia (p=0,845), pekerjaan (p=0,876), kepadatan hunian (1,00), kondisi rumah (1,00), serta dukungan keluarga (p=0,496) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Variabel paling dominan yang berhubungan dengan tuberkulosis yaitu jenis kelamin dengan nilai p= 0,002 dan nilai Exp(B)= 4,282
Copyrights © 2026