Mamlukah Mamlukah
Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada usia produktif Ayu Sekar Dini; Rossi Suparman; Susianto Susianto; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/aecssn55

Abstract

Latar Belakang: Merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global dan nasional. di Kabupaten Kuningan 24,5%, mayoritas pada kelompok usia produktif. Meskipun prevalensi merokok di perdesaan Kuningan terus meningkat pada usia produktif, determinan spesifik lokal yang mendominasi perilaku ini belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada usia produktifMetode: Penelitian analitik deskriptif dengan desain cross-sectional, melibatkan 106 responden dari populasi 2.322 orang menggunakan disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat, bivariat (Spearman’s rank), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Pengetahuan, sikap, akses rokok, pengaruh teman sebaya, peran keluarga, dan stres/tekanan kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku merokok (p<0,05), sedangkan harga rokok tidak terdapat hubungan (p=0,452). Variabel paling dominan adalah pengetahuan (Exp(B)=6,83; p=0,003).Kesimpulan: Optimalisasi penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang merokok, membentuk sikap dan stigma negatif terhadap rokok, dan melibatkan keluarga bagi perokok usia produktif
Faktor-faktor yang berhubungan dengan caring perawat di ruang rawat inap Dinny Indriyani; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Abdal Rohim
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/agtfnf81

Abstract

Latar Belakang: Secara global, rendahnya penerapan perilaku caring perawat masih menjadi perhatian. Di Indonesia, 48,1% perawat di Jakarta belum optimal, sedangkan 62,3% responden di RSUD Indramayu tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku caring perawat di RSUD Indramayu tahun 2025Metode: Penelitian menggunakan rancangan caringcross-sectional, studi analitik observasional ini melibatkan 143 responden yang dipilah melalui metode accidental sampling. Integritas data kemudian diukur menggunakan uji statistik chi-square serta diperdalam dengan uji regresi logistik guna melihat pengaruh antarvariabel.Hasil: Analisis data menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara Usia, Jenis Kelamin, Durasi Lama Kerja, Motivasi Kerja dan Beban dengan perilaku caring Perawat (p<0,05). Sementara itu, status pernikahan tidak berhubungan signifikan (p>0,05). Variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi kerja dengan nilai Exp(B) sebesar 22,405.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berperan terhadap perilaku caring perawat, dengan motivasi kerja sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan
Identifikasi faktor determinan risiko kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif Adhityawan Adhityawan; Mamlukah Mamlukah; Susianto Susianto; Abdal Rohim
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/qft4ng16

Abstract

Latar Belakang: Secara global, sekitar 1,13 miliar penduduk (1 dari 5 orang) menderita hipertensi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi nasional mencapai 30,8% dan meningkat pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan risiko kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di wilayah kerja Puskesmas CigasongMetode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 104 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil: Hasil uji chi-square pada analisis bivariat didapatkan variabel Jenis Kelamin (p=0,001), Pekerjaan (p=0,000), Obesitas (p=0,000), Merokok (p=0,060), Stres (p=0,000), dan Pola Makan (p=0,057). Melalui uji regresi logistik, ditemukan bahwa pekerjaan menjadi variabel utama dengan nilai Exp(B) sebesar 4,254.Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara Jenis Kelamin, Pekerjaan, Obesitas dan Stres dengan Kejadian Hipertensi, sedangkan Merokok dan Pola Makan tidak. Pekerjaan merupakan faktor dominan pada Kejadian Hipertensi Usia Produktif
Analisis korelasi antara faktor determinan dengan kejadian demam berdarah dengue Arif Mustofa; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/g0mfg121

Abstract

Latar Belakang: Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Cirebon melonjak tajam dari 231 kasus (2023) menjadi 597 kasus (2024), dengan insiden tertinggi di Wilayah III dan didominasi usia anak/produktif. Meskipun urgensinya tinggi, analisis faktor determinan spesifik lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara faktor determinan dengan kejadian DBD di Kota Cirebon tahun 2024Metode: Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah masyarakat, sampel yang digunakan yaitu 597 responden.Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh adanya hubungan antara usia (p-value 0,000), jenis kelamin (p-value 0,040), pekerjaan (p-value 0,043), kepadatan penduduk (p-value 0,000), curah hujan (p-value 0,000) dukungan pemerintah (p-value 0,035) dan tidak ada hubungan antara angka bebas jentik (p-value 0,098) dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat di Kota Cirebon 2024. Variabel usia merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat (OR=7,409). Maka dari itu, disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor.Kesimpulan: Disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor
Analisis korelasi antara faktor determinan dengan manifestasi tuberkulosis paru dan tuberkulosis ekstra paru pada masyarakat Erna Wati; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ty966980

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan 1,06 juta kasus tuberkulosis pada 2024. Puskesmas Cikakak, Kabupaten Brebes, mengalami lonjakan kasus unik dengan variasi manifestasi klinis yang tinggi antara Tuberkulosis Paru dan Ekstra Paru di wilayah semi-urban yang homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi faktor determinan (individu, lingkungan, perilaku, dan dukungan keluarga) dengan kasus tuberkulosis di Puskesmas Cikakak tahun 2023–2025Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total sampling (116 pasien TB). Data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis dan laporan kesling dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,003) dan kebiasaan merokok (p=0,006) dengan tuberkulosis, sedangkan usia (p=0,845), pekerjaan (p=0,876), kepadatan hunian (1,00), kondisi rumah (1,00), serta dukungan keluarga (p=0,496) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Variabel paling dominan yang berhubungan dengan tuberkulosis yaitu jenis kelamin dengan nilai p= 0,002 dan nilai Exp(B)= 4,282