Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran biji kakao di Desa Tubbi, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, menggunakan pendekatan bauran pemasaran (4P: product, price, place, promotion) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan petani kakao yang dipilih secara purposive dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghasilkan biji kakao kering tanpa fermentasi, dengan harga ditentukan oleh pedagang perantara (Rp70.000,00–Rp90.000,00/kg), distribusi bergantung pada pengepul lokal, dan promosi bersifat informal tanpa strategi formal. Faktor pendukung meliputi infrastruktur jalan yang memadai dan pengalaman bertani, sedangkan faktor penghambat mencakup fluktuasi harga, keterbatasan informasi pasar, dan biaya transportasi yang tinggi. Rendahnya kualitas pasca-panen juga membatasi pendapatan petani. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, pelatihan teknik pasca-panen, kemitraan dengan eksportir, dan perbaikan infrastruktur distribusi untuk meningkatkan efisiensi pemasaran dan kesejahteraan petani. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk komoditas kakao di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026