Permasalahan penggunaan obat yang tidak tepat masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama terkait kesalahan penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar melalui edukasi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara langsung dengan menggunakan media cetak leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pemberian kuesioner pretest dan posttest kepada 20 responden di Apotek Alnoor Farma Kapuas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan responden dari 69% sebelum edukasi menjadi 95% setelah edukasi dengan peningkatan sebesar 26%. Hasil ini menunjukkan kecenderungan peningkatan pengetahuan pasien melalui promosi kesehatan berupa edukasi kefarmasian terkait pengelolaan dan penggunaan obat yang aman dan rasional. Kata Kunci: Pengelolaan Obat, Perilaku Penggunaan Obat, Edukasi Kefarmasian, Keselamatan Pasien, DAGUSIBU The problem of inappropriate drug use is still widely found in the community, especially related to errors in the use, storage, and disposal of drugs, which have the potential to pose risks to patient safety. This health promotion activity aims to increase public knowledge of proper drug management by educating on the DAGUSIBU concept (Get, Use, Store, and Dispose). The method used is direct health promotion using printed leaflets. Evaluation was conducted by administering pretest and posttest questionnaires to 20 respondents at the Alnoor Farma Kapuas Pharmacy. The evaluation results showed an increase in the average level of knowledge among respondents from 69% before education to 95% after education, representing a 26% increase. These results indicate a tendency to increase patient knowledge through health promotion in the form of pharmaceutical education related to the safe and rational management and use of drugs.
Copyrights © 2026