Pendidikan berada di persimpangan jalan antara pelestarian nilai masa lalu melalui kurikulum klasik dan adaptasi masa depan digital melalui kurikulum kontemporer, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, landasan filosofis, serta relevansi metodologis kurikulum klasik dan kontemporer, sekaligus meninjau bentuk integrasinya dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum klasik berakar pada perenialisme dan esensialisme yang menekankan penguasaan disiplin ilmu secara mendalam. Sebaliknya, kurikulum kontemporer berakar pada pragmatisme dan konstruktivisme yang berpusat pada siswa (student-centered), pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta fleksibilitas pembelajaran. Dalam perspektif PAI, kedua model ini dapat diintegrasikan melalui kurikulum eklektik tanpa adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi kurikulum eklektik mampu menyelaraskan aspek ketauhidan (turats) dengan kebutuhan praktis modern (sains dan teknologi) guna mencetak profil peserta didik yang memiliki kematangan spiritual sekaligus adaptif terhadap disrupsi global.
Copyrights © 2026