Salamah
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Penelitian Tindakan Kelas Dhiya Aulia; Dina Hermina; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru dalam praktik pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendekatan pembelajaran yang reflektif dan sistematis untuk membantu guru menyelesaikan permasalahan nyata di kelas serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan berbagai hasil penelitian yang relevan dengan Penelitian Tindakan Kelas, pengembangan profesional guru, dan pembelajaran reflektif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, motivasi belajar, partisipasi kelas, dan efektivitas pembelajaran. Selain itu, PTK juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, kemampuan reflektif, dan profesionalisme guru melalui proses evaluasi dan perbaikan pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi memungkinkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. PTK juga mendukung terciptanya budaya pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan pendidikan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan profesional guru. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan konsep pembelajaran reflektif dan action research, serta memberikan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan pendidikan dalam menerapkan strategi perbaikan pembelajaran berbasis data dan refleksi ilmiah.
Paradigma dan Karakteristik Penelitian Positivistik/Kuantitatif dan Interpretatif/Kualitatif Alfisyah; Dina Hermina; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1936

Abstract

Perdebatan antara paradigma positivistik dan interpretatif merupakan isu fundamental dalam metodologi penelitian ilmiah yang relevan bagi pengembangan ilmu di Indonesia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan paradigma positivistik/kuantitatif dan interpretatif/kualitatif dari empat dimensi analisis secara integratif, yaitu ontologi, epistemologi, aksiologi, dan metodologi, serta mengkaji posisi mixed methods research sebagai pendekatan integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan metode analisis isi dan analisis komparatif-konseptual terhadap sumber-sumber kepustakaan primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma positivistik berpijak pada realisme objektif dengan pendekatan deduktif yang berorientasi pada pengujian hipotesis dan generalisasi, sementara paradigma interpretatif menganut relativisme dengan pendekatan induktif yang berorientasi pada pemahaman makna kontekstual. Kedua paradigma memiliki perbedaan mendasar pada level ontologis yang menentukan seluruh perbedaan epistemologis, aksiologis, dan metodologisnya, namun keduanya sama-sama berkomitmen terhadap rigour ilmiah. Dikotomi antara keduanya dapat dilampaui melalui mixed methods research yang berpijak pada landasan pragmatis. Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak ada paradigma yang secara universal lebih unggul; pilihan paradigma harus didasarkan pada koherensi antara pertanyaan penelitian, ontologi, epistemologi, dan metodologi yang dianut peneliti.