Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, namun produktivitasnya sering terhambat oleh serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV) yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan, dengan tujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa varietas cabai rawit terhadap CMV pada waktu inokulasi yang berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu tiga varietas cabai rawit (Colombus F1, Horison 97, dan Gada F1) dan tiga waktu inokulasi (14, 21, dan 28 hari setelah tanam), masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, gejala penyakit, pertumbuhan vegetatif, jumlah bunga dan buah, serta berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inokulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan penyakit dan pertumbuhan tanaman. Inokulasi pada 28 hari setelah tanam menghasilkan masa inkubasi yang lebih lama, gejala penyakit yang lebih ringan, pertumbuhan yang lebih baik, dan hasil buah yang lebih tinggi dibandingkan dengan inokulasi pada usia yang lebih awal. Perbedaan juga diamati antar varietas, dengan Colombus F1 menunjukkan ketahanan tertinggi, Gada F1 cukup toleran, dan Horison 97 paling rentan terhadap infeksi CMV. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan varietas dan waktu inokulasi yang tepat merupakan strategi penting untuk mengurangi dampak CMV dan mempertahankan produktivitas cabai besar.
Copyrights © 2026