Imam Bukhori
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul ‘Ulum

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Waktu Inokulasi terhadap Ketahanan Berbagai Varietas Cabai Besar (Capsicum annuum L.) dari Serangan CMV (Cucumber Mosaic Virus) Dian Eka Kusumawati; Imam Bukhori; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, namun produktivitasnya sering terhambat oleh serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV) yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan, dengan tujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa varietas cabai rawit terhadap CMV pada waktu inokulasi yang berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu tiga varietas cabai rawit (Colombus F1, Horison 97, dan Gada F1) dan tiga waktu inokulasi (14, 21, dan 28 hari setelah tanam), masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, gejala penyakit, pertumbuhan vegetatif, jumlah bunga dan buah, serta berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inokulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan penyakit dan pertumbuhan tanaman. Inokulasi pada 28 hari setelah tanam menghasilkan masa inkubasi yang lebih lama, gejala penyakit yang lebih ringan, pertumbuhan yang lebih baik, dan hasil buah yang lebih tinggi dibandingkan dengan inokulasi pada usia yang lebih awal. Perbedaan juga diamati antar varietas, dengan Colombus F1 menunjukkan ketahanan tertinggi, Gada F1 cukup toleran, dan Horison 97 paling rentan terhadap infeksi CMV. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan varietas dan waktu inokulasi yang tepat merupakan strategi penting untuk mengurangi dampak CMV dan mempertahankan produktivitas cabai besar.