Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan serta mengungkap berbagai masalah penelitian yaitu, bagaimana Peranan Dinas Pendidikan dalam melakukan pengawasan Makan Bergizi Gratis di pematang siantar dan sudah sejauh mana penyaluran MBG di sekolah yang ada di Pematang Siantar. beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan sumber informasi dari informan yang dianggap relevan seprti kepala dinas pendidikan, anak sekolah sebagai sasaran MBG dan masyarakat sebagai pelaksanan dan orang tua Murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis telah dilaksanakan sejak awal tahun 2025. Faktor pendukungnya adalah 1) kebijakan pemerintah, 2) kebijakan satuan Pendidikan, Faktor penghambat antara lain, keterlambatan distribusi makanan dari dapur penyedia makanan menuju sekolah, serta keterbatasan fasilitas pendukung di sekolah seperti tempat penyimpanan makanan dan alat makan bagi siswa. Pelaksanaan program MBG di Kota Pematangsiantar juga masih belum merata karena belum seluruh sekolah dapat menerima manfaat dari program tersebut. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah beroperasi serta proses pembangunan fasilitas pendukung yang masih berlangsung.Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang diberikan bahwa Dinas Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah penerima manfaat. Pihak sekolah diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan program MBG dengan mengelola proses pembagian makanan secara tertib dan terorganisir. Penyedia makanan diharapkan dapat meningkatkan ketepatan waktu dalam proses pendistribusian makanan ke sekolah serta memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Copyrights © 2026