Meningkatnya kompleksitas risiko bencana akibat perubahan lingkungan dan dinamika pembangunan menuntut penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan tangguh, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Namun, kapasitas adaptasi pemerintah daerah dalam pengelolaan pasca bencana masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek kelembagaan, koordinasi, dan integrasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan resilient governance dalam pengelolaan bencana dengan fokus pada strategi adaptasi pemerintah daerah pasca bencana. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap 47 literatur ilmiah periode 2021–2026, yang diseleksi melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi adaptasi utama, yaitu: (1) penguatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola adaptif; (2) integrasi kebijakan berbasis risiko dalam perencanaan pembangunan daerah; dan (3) peningkatan kesiapsiagaan operasional melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi multi-aktor. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kapasitas institusi, partisipasi masyarakat, dan koordinasi lintas sektor, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan lemahnya sinergi antar lembaga. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kerangka konseptual dan praktis mengenai strategi adaptasi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan pasca bencana.
Copyrights © 2026