Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap perubahan nilai sosial dan budaya yang berimplikasi pada melemahnya identitas nasional, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam memperkuat identitas nasional di era globalisasi melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi kepustakaan, dengan sumber data berupa jurnal ilmiah dan buku akademik yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hubungan antar konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi krisis identitas nasional melalui mekanisme penetrasi budaya global yang diperkuat oleh media digital serta lemahnya internalisasi nilai budaya lokal dalam sistem pendidikan. Dalam konteks tersebut, pendidikan multikultural memiliki peran strategis sebagai instrumen kultural melalui tiga mekanisme utama, yaitu internalisasi nilai kebangsaan, pembentukan sikap toleransi dan empati, serta penguatan solidaritas sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan pedagogis, tetapi juga sebagai strategi dalam menjaga identitas nasional di tengah tekanan globalisasi. Penelitian ini berkontribusi secara konseptual dalam memperkuat posisi pendidikan multikultural sebagai solusi dalam menghadapi krisis identitas nasional. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak melibatkan data empiris, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan empiris untuk menguji efektivitas implementasinya dalam konteks pendidikan.
Copyrights © 2026