Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas strategi metakognitif adaptasi model Montague terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tunadaksa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa tunadaksa jenjang SMPLB di Kabupaten Gowa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi pembelajaran dilaksanakan selama delapan sesi pertemuan. Instrumen penelitian berupa tes uraian pemecahan masalah matematika berdasarkan indikator Polya. Analisis data menggunakan uji independent samples t-test dan analisis normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara dengan skor rata-rata pretest 46,0 (eksperimen) dan 44,5 (kontrol). Setelah perlakuan, kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata posttest 84,5, sedangkan kelompok kontrol 66,7. Terdapat perbedaan signifikan pada hasil posttest (p < 0,05). Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kategori tinggi pada kelompok eksperimen (0,71) dan kategori sedang pada kelompok kontrol (0,39). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif adaptasi model Montague efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tunadaksa. Strategi ini membantu siswa mengatur proses berpikir secara bertahap melalui tahapan memahami, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi solusi, sehingga mendorong kemandirian berpikir dalam pemecahan masalah matematika.
Copyrights © 2026