Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi yang berperan penting dalam interaksi sosial. Siswa dengan autisme mengalami gangguan perkembangan komunikasi, interaksi dan perilaku. Gangguan komunikasi menyebabkan munculnya perilaku menjerit pada siswa dengan autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi perilaku menjerit siswa autisme setelah penerapan Functional Communication Training (FCT) dan mengetahui peningkatan Functional Communication Respon (FCR). Penelitian menerapkan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain tipe A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung sebanyak tiga kali pertemuan, pencatatan perilaku (Behavior Recording) sebanyak 16 pertemuan, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan visual grafik. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 4 sesi pada fase baseline 1 (A1), 8 sesi fase intervensi dengan prompting berupa kalimat “Bu, tolong saya”, dan 4 sesi pada fase baseline 2 (A2). Hasil analisis data antar kondisi A1-B-A2 menunjukkan nilai overlap dengan persentase 0% pada kondisi A1 dengan B, 12,5% perbandingan kondisi A2 dengan B untuk perilaku menjerit. Persentase overlap pada FCR 0% kondisi A1 dengan B dan 25% kondisi A2 dengan B. Nilai overlap rendah mengidentifikasi bahwa FCT memilki efek yang kuat terhadap perubahan perilaku, serta meningkatkan FCR pada subjek. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan perubahan yang positif dalam menurunkan perilaku menjerit serta meningkatkan kemampuan komunikasi fungsional pada siswa dengan autisme. Prompting “Bu, tolong saya” dapat dijadikan alternatif strategi yang tepat dalam menangani perilaku menjerit yang disebabkan oleh hambatan komunikasi.
Copyrights © 2026