Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ambisi Generasi Z dalam film Home Sweet Loan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan mengkaji beberapa adegan dan dialog kunci untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambisi dalam film ini tidak hanya dimaknai sebagai keinginan memiliki rumah, tetapi juga merepresentasikan perjuangan menghadapi keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, serta dinamika relasi keluarga. Penelitian ini menemukan adanya pergeseran makna ambisi pada Generasi Z, di mana kepemilikan rumah tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, melainkan menjadi bentuk upaya bertahan hidup (survival) di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Ambisi individu juga tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal seperti keterbatasan pendapatan, meningkatnya harga properti, serta tuntutan keluarga dalam budaya kolektivistik. Dengan demikian, film ini merepresentasikan ambisi Generasi Z sebagai proses kompleks yang dibentuk oleh interaksi antara harapan dan realitas sosial.
Copyrights © 2026