Kelembapan tanah adalah faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan pengelolaan sistem irigasi. Pengukuran kelembapan secara otomatis bisa dilakukan menggunakan Capacitive Soil Moisture sensor, namun perbedaan versi modul memengaruhi akurasi pembacaan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis akurasi dan stabilitas Capacitive Soil Moisture sensor v1.2 dan v2.0 dengan menjadikan Three Way Meter analog sebagai instrumen acuan (ground truth). Metode eksperimen dilakukan melalui pengujian pada tiga fase tanah (kering, lembab, dan basah) dengan mengambil 30 sample data per fase secara repetitif yang dirata rata menjadi 10 titik observasi. Evaluasi performa diukur menggunakan parameter statistik Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Standar Deviasi (SD). Hasil penelitian menunjukkan sensor v2.0 memiliki performa yang jauh lebih unggul dengan rata-rata nilai MAE sebesar 2,3%, RMSE 2,89%, dan SD 2,16%. Sebaliknya, sensor v1.2 mengalami galat signifikan pada kondisi tanah kering dengan MAE sebesar 27,00%, RMSE 27,00%, dan rata-rata SD total mencapai 14,98% akibat ketiadaan sistem regulasi tegangan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi teknis objektif dalam pemilihan komponen yang andal untuk mengoptimalkan efisiensi logika otomatisasi pada sistem irigasi pertanian presisi.
Copyrights © 2026