Pendahuluan: Penggunaan pestisida di sektor pertanian, khususnya pada petani padi, masih menjadi praktik umum untuk mengurangi hama atau gulma. Namun, pemakaian pestisida yang tidak sesuai prosedur yang berlebih dapat memicu penyakit dermatitis. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dengan kejadian dermatitis pada petani padi di wilayah kerja Puskesmas Montasik Kabupaten Aceh Besar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control. Populasi sebanyak 84 petani padi yang menderita dermatitis. Teknik sampel menggunakan rumus Lemeshow dan diperoleh sampel 63 responden. Rasio pada sampel penelitian ini menggunakan perbandingan 1:2. Maka diperoleh 21 petani dengan dermatitis (case) dan 42 petani yang tidak terpapar dermatitis (control). Pengumpulan data dilakukan tanggal 25 s/d 27 Agustus 2025 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Uji statistik yang digunakan secara univariat dan bivariat. Hasil: menunjukkan bahwa ada hubungan penggunaan APD (p=0,001; OR=9,750). personal hygiene, (p=0,001; OR=10,625), pengetahuan (p=0,001; OR=21,192), cara penyemprotan (p=0,001; OR=16,000), jumlah jenis pestisida (p=0,001; OR=22,000), masa kerja (p=0,032; OR=3,250) dengan kejadian dermatitis pada petani padi. Kesimpulan: penggunaan APD, personal hygiene, tingkat pengetahuan, cara penyemprotan, jumlah jenis pestisida, serta masa kerja memiliki hubungan bermakna dengan kejadian dermatitis. Saran: diharapkan adanya peningkatan edukasi, pelatihan, dan promosi kesehatan oleh puskesmas untuk mencegah risiko dermatitis akibat paparan pestisida.
Copyrights © 2026