Rendahnya pemahaman santri mengenai Beyond Use Date (BUD) dan penyimpanan obat yang tepat berpotensi meningkatkan risiko medication error. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan medication safety awareness santri melalui edukasi BUD dan penyimpanan obat yang tepat di Pondok Pesantren Tanzilul Hakim, Samarinda. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan desain one group pretest-posttest terhadap 102 santri. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, media presentasi, leaflet, diskusi, dan tanya jawab. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 3,85±0,69 pada pre-test menjadi 4,79±0,41 pada post-test. Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman penggunaan obat tetes mata setelah kemasan dibuka, dengan persentase jawaban benar meningkat dari 22,55% menjadi 82,35%. Seluruh aspek pengetahuan yang diukur menunjukkan peningkatan setelah edukasi. Edukasi BUD dan penyimpanan obat yang tepat meningkatkan pengetahuan santri dengan kenaikan rata-rata skor sebesar 0,94 poin (3,85±0,69 menjadi 4,79±0,41) serta meningkatkan pemahaman terkait penggunaan obat yang aman setelah kemasan dibuka.
Copyrights © 2026