Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi masyarakat, terutama anak-anak. Kondisi pascabencana menyebabkan anak-anak mengalami rasa takut, cemas, dan menurunnya semangat belajar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial melalui kegiatan literasi menyenangkan berbasis multimodalitas. Metode pelaksanaan berupa observasi keterlibatan anak dalam kegiatan, interaksi sosial, dan respons emosional berdasarkan konsep Fredrick mengenai student engagement dan pedoman dukungan psikososial anak dalam situasi darurat yang dikembangkan oleh IASC dan UNICEF. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan literasi. Penggunaan buku bergambar dengan ilustrasi visual yang menarik mampu meningkatkan minat baca, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta membantu pemulihan emosional anak-anak pascabencana. Dengan demikian, kegiatan literasi berbasis multimodalitas dapat menjadi media edukatif sekaligus healing yang efektif bagi anak-anak di lingkungan pascabencana.
Copyrights © 2026