UMKM olahan ikan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan mendukung perekonomian masyarakat pesisir. Namun, pelaku UMKM olahan ikan tanjan di Desa Wai Muli Timur masih menghadapi kendala pada aspek pemasaran, pengemasan, branding, dan pemanfaatan media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran produk olahan ikan tanjan sebagai pangan lokal tinggi protein melalui pendampingan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi dan edukasi, pendampingan branding dan pengemasan, pelatihan pemasaran digital, implementasi program, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan pemasaran masih dilakukan secara konvensional, kemasan belum memiliki identitas produk yang jelas, dan media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Setelah program dilaksanakan, pelaku usaha mampu mengembangkan identitas merek, memperbaiki desain kemasan dan label produk, serta memanfaatkan WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram sebagai media promosi. Secara kualitatif, terjadi peningkatan pemahaman mengenai strategi pemasaran, komunikasi nilai gizi produk, kualitas tampilan produk, serta kepercayaan diri pelaku usaha dalam memasarkan produknya. Pendampingan partisipatif terbukti mendukung penguatan kapasitas pemasaran dan meningkatkan daya saing produk olahan ikan tanjan sebagai pangan lokal sumber protein.
Copyrights © 2026