Pembelajaran IPA di SD/MI memiliki peran penting dalam membangun sikap dan perilaku serta bertujuan memberikan pemahaman siswa terhadap lingkungan. Hakikat IPA sendiri memiliki empat dimensi yaitu produk, proses, sikap, dan teknologi. Pada era digital ini, dimensi sikap dalam hakikat IPA memiliki peran dalam membangun sikap siswa sekolah dasar. Sikap peduli lingkungan diajarkan kepada siswa dalam proses pembelajaran IPA baik teori maupun praktik secara langsung di lingkungan. Namun, di era digital ini proses pembelajaran hampir tidak seimbang antara teori dan praktik. Oleh karena itu, kajian khusus tentang integrasi hakikat IPA dalam membangun sikap siswa khusus SD/MI tentang peduli lingkungan penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana integrasi hakikat pembelajaran IPA membangun sikap peduli lingkungan siswa SD/MI era digital. Metode penelitian ini adalah penelitian literatur, yakni memanfaatkan berbagai sumber ilmiah untuk menyusun pemahaman yang utuh dan terarah. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa sikap peduli lingkungan siswa tidak terjadi dengan sendirinya. Perlunya memanfaatkan media digital untuk menginspirasi lalu memberdayakan siswa dengan praktik langsung untuk menjadi peduli lingkungan. Selain itu didapati bahwa hakikat pembelajaran IPA di sekolah dasar pada proses pembelajarannya, masih ditemukan pendidik menjelaskan materi dengan media digital saja, sedangkan tidak melakukan praktik. Selain itu, pembelajaran IPA diajarkan sejak dini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong upaya perlindungan dan pemulihannya. Integrasi sikap peduli lingkungan di SD/MI sangat terkait dengan cara IPA diajarkan. Bukan sekadar hafalan konsep, tetapi sebagai proses memahami lingkungan sekitar, tidak merusak lingkungan dengan kata lain siswa terampil menjaga lingkungan.
Copyrights © 2026