Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026

KARAKTERISTIK LIMBAH HASIL REDUKSI BATUAN ORE SEBAGAI BAHAN MATERIAL KONSTRUKSI

Astrid Ayu Kartini (Unknown)
A. Sry Iryani (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Limbah hasil reduksi batuan ore (slag) merupakan residu padat yang dihasilkan dari proses peleburan dan pemurnian bijih nikel, yang keberadaannya berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan mekanik slag serta menilai kelayakannya sebagai bahan alternatif material konstruksi dengan membandingkannya terhadap paving block dan batu kerikil. Analisis kimia menunjukkan bahwa slag masih mengandung oksida logam dalam jumlah signifikan, di antaranya Fe₂O₃ sebesar 11,8–20,5%, MgO sebesar 23–24%, Al₂O₃ sebesar 4,5–5,6%, serta kandungan logam minor seperti Ni (0,070–0,160%), Co (0,019–0,038%), dan MnO (0,443–0,473%). Sementara itu, paving block lebih didominasi oleh SiO₂ sebesar ±136–137% dengan kandungan oksida logam rendah, dan batu kerikil menunjukkan SiO₂ ±52–53% dengan Al₂O₃ sekitar 16,6% serta Fe₂O₃ 6,9–7,0%. Dari sisi mekanik, slag menunjukkan kuat tekan mencapai 48 ton. Apabila dikonversi, dengan 1 tonf ≈ 9,80665 kN, maka nilai tersebut setara dengan 470,7 kN. Dengan asumsi luas penampang uji 0,01 m² (misalnya sampel kubus 10 cm × 10 cm), kuat tekan slag dapat dihitung sebesar 98 MPa. Nilai ini lebih tinggi dibanding kuat tekan paving block yang umumnya berkisar antara 30–50 MPa dengan standar minimum rata-rata 49 MPa, serta beton dengan agregat kerikil yang menunjukkan kuat tekan sekitar 34 MPa pada umur 28 hari. Hasil ini menegaskan bahwa slag memiliki keunggulan mekanik signifikan dibanding dua material pembanding, yang menjadikannya prospektif sebagai bahan pengganti agregat dalam aplikasi beton maupun paving. Secara keseluruhan, slag hasil reduksi ore memiliki karakteristik fisik yang padat dan densitas tinggi, kandungan kimia kaya oksida logam yang mendukung pembentukan matriks padat, serta sifat mekanik dengan kuat tekan yang kompetitif bahkan lebih unggul dibanding material konvensional. Namun, kandungan logam berat seperti Ni, Co, dan Mn perlu diwaspadai karena berpotensi terlepas ke lingkungan melalui proses pelindian. Oleh karena itu, pemanfaatan slag sebagai bahan konstruksi memerlukan tahapan perlakuan tambahan seperti stabilisasi, pencucian, atau solidification untuk menjamin keamanan lingkungan. Dengan pengendalian tersebut, slag dapat digunakan sebagai material konstruksi alternatif yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah industri, tetapi juga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable construction) melalui pengurangan timbunan limbah padat

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

cejs

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. ...