Limbah sisa preparasi ore nikel hasil analisis X-Ray Fluorescence (XRF) Epsilon-4 mengandung beberapa logam berat, yaitu Fe (11,53%), Ni (2,13%), Cr (0,82% sebagai Cr₂O₃), Co (0,043%), dan Mn (0,26% sebagai MnO). Fe menjadi unsur dominan, diikuti oleh SiO₂ (43,02%) dan MgO (22,83%) yang merupakan komponen mineral utama. Kandungan logam berat ini relatif stabil selama penyimpanan hingga 5 bulan di dalam ruangan bersuhu konstan, meskipun terjadi sedikit penurunan rasio MgO/SiO₂ dari 0,53 menjadi 0,36. Jika dibandingkan dengan baku mutu limbah cair industri berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 1995, kadar Ni (batas 1 mg/L, sampel 21.300 mg/kg), Cr (batas 0,5 mg/L, sampel 8.200 mg/kg), dan Mn (batas 2 mg/L, sampel 2.600 mg/kg) jauh melebihi ambang batas. Hal ini menunjukkan bahwa apabila limbah kontak dengan air dan menghasilkan lindi, potensi pencemaran lingkungan sangat tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan limbah perlu diarahkan pada konsep pemanfaatan kembali. Solusi yang dapat diterapkan antara lain ekstraksi logam bernilai (Ni, Fe, Co) dengan metode metalurgi, pemanfaatan sebagai bahan tambahan konstruksi setelah stabilisasi, pengolahan menjadi adsorben melalui aktivasi mineral oksida, serta penggunaan dalam industri semen. Dengan pendekatan ini, limbah tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menjadi sumber daya sekunder yang memiliki nilai ekonomis..
Copyrights © 2026