Briket merupakan sumber bahan bakar alternatif, yang memanfaatkan limbah pertanian yang bisa digunakan dalam mengolah briket. Analisa ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana hasil campuran arang sekam padi dan tongkol jagung memengaruhi kualitas fisik serta karakteristik briket yang dihasilkan. Variabel yang digunakan yaitu perbandingan massa arang tongkol jagung dan sekam padi sebesar (30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30) dan menggunakan tepung kanji dengan variasi 10 gr, 15gr dan 20gr sebagai perekat, hal ini bertujuan untuk memastikan material memiliki daya rekat yang cukup kuat dalam menyatukan dua permukaan benda secara efektif. Metode yang digunakan adalah karbonisasi, dimana karbonisasi adalah proses untuk memperoleh karbon atau arang tanpa oksigen atau reagen lainnya. Dari tiga sampel yang diuji nilai kalor dengan perekat 20gr menunjukkan bahwa karakteristik nilai kalor tertinggi terdapat pada perbandingan (50:50). Karakteristik briket pada perbandingan tersebut memiliki nilai kadar air sebesar 4,3790%, kadar abu 6,2117%, kadar zat menguap 26,5941%, kadar karbon terikat 62,8152% dan nilai kalor tertinggi sebesar 6039,91 kal/g. Sementara itu, nilai kalor dari ketiga sampel tersebut dengan perekat 20gr terendah ditemukan pada perbandingan arang tongkol jagung dan sekam padi (30:70), yaitu sebesar 5755,97 kal/g.
Copyrights © 2026