Pembelajaran IPA di SDN Sungai Limau, Pilubang, Padang Pariaman, masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium. Banyak sekolah belum memiliki laboratorium sains yang memadai, sehingga siswa jarang mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan praktikum. Hal ini berdampak pada pemahaman konsep sains yang masih rendah serta kurangnya keterampilan berpikir kritis. Sebagai solusi, pendekatan berbasis kearifan lokal dapat dimanfaatkan untuk menciptakan praktikum yang lebih kontekstual dan menarik. Pariaman memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat dijadikan sumber belajar. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan praktikum IPA berbasis kearifan lokal bagi guru dan siswa di SDN Sungai Limau. Pelatihan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam enam tahapan kegiatan utama. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik di kalangan guru. Refleksi terhadap kegiatan pelatihan juga menunjukkan bahwa peserta merasa kegiatan ini menyenangkan dan bermanfaat.
Copyrights © 2026