Era globalisasi menuntut penguasaan bahasa asing sebagai kompetensi esensial, Era globalisasi menuntut penguasaan bahasa asing sebagai kompetensi penting, termasuk bagi santri di dayah. Namun, minat dan kepercayaan diri santri Dayah Terpadu Al-Muslimun masih rendah akibat metode pembelajaran yang konvensional dan kurangnya praktik komunikasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat belajar bahasa asing melalui pendekatan experiential learning dengan kombinasi ceramah interaktif dan praktik langsung berupa role-play, drill practice, simulasi percakapan, dan permainan bahasa. Sebanyak 48 santri mengikuti kegiatan dan diberikan pre-test serta post-test menggunakan kuesioner skala Likert 1–5. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan minat belajar sebesar 42,1%, dengan aspek ketertarikan tertinggi (44,6%). Perubahan kategori minat menunjukkan hilangnya kategori “sangat rendah” dan munculnya kategori “sangat tinggi.” Program ini terbukti efektif meningkatkan minat dan kepercayaan diri santri serta menghasilkan modul praktik komunikasi dan rekomendasi pembentukan Language Club sebagai tindak lanjut keberlanjutan program.
Copyrights © 2026