Gangguan depresi dan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada berbagai kelompok usia dan menjadi salah satu isu prioritas kesehatan di Indonesia. Penggunaan obat antidepresan sintetis seperti golongan SSRI dan TCA seringkali menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah akar kuning (Arcangelisia flava L), yang salah satunya mengandung alkaloid berberin, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dan anxiolytic ekstrak etanol 70% akar kuning secara in vivo serta menentukan dosis yang paling efektif. Sebanyak 60 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (NaCl 0,9%), kontrol positif (amitriptyline 25 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak akar kuning 50 mg/kgBB, 75 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB.Uji aktivitas antidepresan dilakukan menggunakan metode Forced Swimming Test (FST) dan Tail Suspension Test (TST), sedangkan uji aktivitas anxiolytic menggunakan metode Elevated Plus Maze (EPM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% akar kuning memiliki efek antidepresan signifikan pada dosis 100 mg/kgBB dengan nilai p<0,021 pada FST, dan p<0,001 pada TST, sedangkan kelompok kontrol positif memberikan hasil imobilitas terendah. Namun, pengujian dengan metode EPM tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05), sehingga efek anxiolytic ekstrak tidak terbukti secara statistik.Kata Kunci: Arcangelisia flava L., antidepresan, anxiolytic, Forced Swimming Test (FST), Tail Suspension Test (TST), Elevated Plus Maze (EPM).
Copyrights © 2026