PT YCS merupakan perusahaan manufaktur alas kaki yang menghadapi permasalahan tingginya tingkat rework pada proses produksi, yang berdampak terhadap rendahnya efisiensi produksi, meningkatnya waktu proses, dan pemborosan biaya operasional. Berdasarkan data aktual perusahaan, tingkat rework mencapai 39% dari total output produksi, sehingga diperlukan pendekatan pengendalian kualitas yang mampu mengidentifikasi sumber kegagalan proses sekaligus meningkatkan respons terhadap defect produksi secara realtime. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) dalam pengendalian rework serta peningkatan efisiensi produksi pada PT YCS. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi failure mode, menganalisis tingkat risiko berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection, serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa failure mode dominan berada pada kategori peel off dan bond gap outsole dengan nilai RPN tertinggi masing-masing sebesar 504 dan 392 sehingga ditetapkan sebagai prioritas pengendalian proses. Selanjutnya, monitoring realtime berbasis IoT diterapkan dalam bentuk dashboard defect monitoring pada workstation kritis untuk meningkatkan visibilitas proses dan mempercepat tindakan korektif terhadap penyimpangan kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi FMEA dan monitoring realtime berbasis IoT mampu menurunkan tingkat rework dari 39% menjadi 15% atau sebesar 61,54%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi berbasis analisis risiko dan monitoring digital efektif dalam meningkatkan pengendalian kualitas dan efisiensi produksi pada industri alas kaki.
Copyrights © 2026