Pemodelan fenomena vortex shedding memerlukan skema diskritisasi yang mampu menangkap dinamika aliran secara akurat sekaligus efisien secara komputasi. Finite Difference Method (FDM) dengan skema orde dua dan orde empat merupakan dua pendekatan yang umum digunakan. Namun, perbandingan performa komprehensif keduanya masih terbatas dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa skema FDM orde dua dan orde empat dalam simulasi vortex shedding berdasarkan akurasi terhadap parameter fisis (bilangan Strouhal , koefisien drag , koefisien lift ) serta computational cost yang meliputi kebutuhan resolusi grid dan waktu komputasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur komparatif dengan menganalisis data dari penelitian terdahulu yang relevan yang mencakup perbandingan galat relatif vortisitas, nilai , , , serta informasi computational cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ukuran grid yang sama, skema orde empat menghasilkan galat relatif yang lebih kecil dibandingkan skema orde dua. Pada , skema orde empat menghasilkan dan , sangat dekat dengan data eksperimen. Selain aspek akurasi, ditinjau pula computational cost pada masing-masing skema dan ditemukan bahwa skema orde empat membutuhkan waktu komputasi 5–20% lebih lama per iterasi. Implikasi penelitian ini adalah pemilihan skema numerik perlu mempertimbangkan kompromi antara akurasi dan computational cost, dengan skema orde empat direkomendasikan untuk simulasi yang memerlukan presisi tinggi pada . Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas rentang bilangan Reynolds hingga regime turbulen dan mengembangkan skema adaptif berbasis gradien lokal.
Copyrights © 2026