Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan sosial dan persepsi kualitas layanan terhadap subjective well-being pada pendonor darah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 387 pendonor darah di PMI Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin yang dikembangkan peneliti untuk mengukur subjective well-being, dukungan sosial, dan persepsi kualitas layanan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan persepsi kualitas layanan berpengaruh positif terhadap subjective well-being pendonor darah. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima dan semakin baik persepsi terhadap kualitas layanan, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang dimiliki pendonor. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan kualitas layanan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif pendonor serta mendukung keberlanjutan partisipasi donor darah sukarela.
Copyrights © 2026