Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar serta belum optimalnya kompetensi kepemimpinan guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam membentuk kepribadian peserta didik yang berbudaya Kekatolikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model-model kepemimpinan guru PAK dan menganalisis perannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan dengan teknik wawancara mendalam terhadap lima guru PAK, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan tiga model kepemimpinan: otoriter, laissez-faire, dan demokratis. Model demokratis paling dominan dan efektif, diwujudkan melalui keteladanan, pendekatan partisipatif, serta sapaan “Ayah/Bunda” yang mencerminkan relasi persaudaraan kristiani. Selain itu, guru PAK menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, pelatih, sahabat, fasilitator, dan pemberita Injil. Kegiatan pembentukan budaya Kekatolikan meliputi doa harian, pembacaan Kitab Suci, rekoleksi, lomba Kitab Suci, serta pembiasaan senyum, sapa, salam. Kesimpulannya, kompetensi kepemimpinan guru PAK perlu terus diperkuat pada model demokrasi, sedangkan praktik otoriter dan laissez-faire perlu diminimalkan. Penelitian ini direkomendasikan bagi lembaga pendidikan calon guru dan peneliti selanjutnya.
Copyrights © 2026