Tujuan penelitian ini adalah: (1). untuk mengetahui dampak etnosentris dalam proses pemekaran Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara, dan (2) untuk mengetahui dampak etnosentris dalam dinamika politik lokal di Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, dengan tujuan mendeskripsikan hal-hal penelitian yang  selanjutnya menganalisis data dengan cara interpretative understanding. Maksudnya penulis melakukan penafsiran data dan fakta yang ada kaitannya dengan permasalahan penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak etnosentri dalam proses pemekaran Desa Wowonga Jaya terlihat pada pandangan yang dimiliki oleh masyarakat lokal etnis Kulisusu, yang menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya pemekaran Desa Wowonga Jaya. Proses interaksi antar kelompok masyarakat lokal dan pendatang yang memicu potensi konflik sosial di desa Lakansai, mendasari terbentuknya Desa Wowonga Jaya. Hal lain yang terlihat dari penelitian ini ialah munculnya persepsi masyarakat lokal etnis Kulisusu yang memiliki pandangan bahwa mereka merupakan penduduk lokal yang secara historis telah mendiami daerah tersebut sejak zaman dahulu, namun secara objektif dinamika etnosentris hanya dapat memasuki ruang-ruang intelnal dalam sebuah kultur atau budaya.Dampak etnosentris terhadap dinamika politik lokal terlihat bahwa etnosentris mampu memberikan pengaruh terhadap dinamika politik lokal. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat di Desa Wowonga Jaya beranggapan bahwa dalam persoalan politik di desa tersebut, masyarakat menjadi tersandra berdasarkan kelompok-kelompok tertentu. Hal ini diakibatkan karena buruknya interaksi sosial yang terjadi di dalam kelompok masyarakat tersebut.Kata Kunci: Etnosentris, Pemekaran Desa, Dinamika Politik Lokal
Copyrights © 2017