Riset ini bertujuan untuk memetakan gambaran pola pikir berkembang (growth mindset) yang dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) saat mereka menghadapi ketidaktuntasan nilai atau kegagalan akademik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Menggunakan metode kualitatif berdesain fenomenologi, data dihimpun lewat wawancara secara mendalam serta kajian terhadap dokumen refleksi mandiri dari 20 peserta didik yang tersebar dari kelas X sampai XII. Hasil analisis fenomenologis berhasil merumuskan tiga kategori utama, yaitu: bentuk pemaknaan terhadap kegagalan, variasi jenis reaksi emosi beserta pola kausalitas (atribusi), serta perwujudan daya lenting (resiliensi) akademik dalam aktivitas belajar kewarganegaraan. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang condong pada pola pikir berkembang menganggap ketidaktuntasan sebagai indikator untuk berbenah, bukan pembatasan atas potensi intelektual mereka. Riset ini menyarankan adanya rekonstruksi dalam pemberian umpan balik oleh guru, penerapan bantuan belajar (scaffolding) yang adaptif, serta pembentukan iklim belajar yang memaklumi kesalahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga negara secara kontinu.
Copyrights © 2026